oleh

Belajar Sejarah Candi Agung di Amuntai

-Artikel-740 Dilihat

Candi Agung merupakan salah satu obyek wisata sejarah yang berada di Amuntai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Sejarahnya, Candi Agung di bangun Mpu Jatmika pada abad 14 Masehi. Candi itu termasuk dalam kerajaan Negara Dipa Khuripan (sezaman dengan Majapahit).

Lokasi candi ini tidak jauh dari pusat kota Amuntai di kawasan Sungai Malang. Jadi, mudah bagi pengunjung untuk menuju ke sana. Ramainya pengunjung biasanya setiap akhir pekan.

candi agung

Memasuki lokasi obyek wisata, areal parkir kendaraan bermotor cukup luas. Melangkah ke loket, pengunjung membayar karcis masuk seharga Rp 4 ribu per orang.

Baca Juga: Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Areal obyek wisata ini cukup luas, di perkirakan 1 hektare. Sampai di area dalam, kita di hadapkan beberapa titik kunjungan, antara lain museum, telaga darah, pemandian putri, pertapaan dan Candi Agung.

candi agung

Adalah museum berbentuk rumah Banjar yang berada di bagian depan dan pengunjung umumnya menuju ke sana terlebih dulu. Dalam museum tersimpan sejumlah peninggalan Candi Agung.

Di dinding museum di pajang sejumlah foto dokumentasi saat pertama kali situs Candi Agung di temukan pada pertengahan tahun 1960-an. Situs sejarah tersebut hanya di gali 40 sentimeter, artinya tidak dalam tertimbun tanah.

Baca Juga: Kerja Bakti Sosial Desa Tapus

Adapula foto-foto pembangunan obyek wisata tersebut yang di mulai awal 1980-an. Kemudian di beberapa ruangan tersimpan bata zaman dulu yang digunakan membangun candi.

Bahkan ada bata yang terdapat bekas jemari yang dimungkinkan bata dipegang saat masih basah.

Adapula peralatan kerja, senjata dan lukisan-lukisan yang menggambarkan tokoh-tokoh kerajaan negara Dipa, antara lain Pangeran Suryanata, Patih Lambung Mangkurat, Pangeran Bambang Sukmaraga dan Bambang Patmaraga, Putri Junjung Buih, serta putri lainnya.

Baca Juga: Wahai Manusia Sungguh Engkau Menakjubkan Dikala Kelahiranmu

candi agung

Keluar musem, kita bisa menuju ke telaga darah yang kini bentuknya seperti sumur. Konon di namakan telaga darah karena dulunya tempat di bunuhnya dua saudara, Sukmaraga dan Patmaraga oleh paman mereka, Lambung Mangkurat.

Kemudian di bagian lain ada pemandian putri yang kini berbentuk sumur, juga ada pertapaan di depan situs candi.

Sementara Candi Agung bentuknya tidak seperti bangunan candi di pulau Jawa, melainkan mirip pondasi bangunan yang di bagian tengahnya ada semacam kolam kecil.

Baca Juga: Kegiatan Pembagian BLT Tetap Berjalan Tertib Meskipun Gerimis

candi agung

Source: tribunnews.com


Sekian artikel Belajar Sejarah Candi Agung di Amuntai. Nantikan artikel menarik lainnya dan mohon kesediaannya untuk share dan juga terus kunjungi website kami. Terima kasih…

Website Kami:

 

desa tapus

wargabenua

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar